rb09susilo’s Blog


BIOGRAFI TOETI HERATY

BIOGRAFI TOETI HERATY

Sumber: http://www.puitika.net

18

Dalam hidupnya, Toeti Heraty selalu mempertanyakan keharusan-keharusan yang mutlak. Hal ini, katanya, ”Kemudian menimbulkan kesulitan. Dengan terus bertanya, kita akan mendapatkan banyak jawaban, sehingga harus memilih. Di situlah sulitnya.” Tetapi, pada dasarnya, ”Eksistensi manusia selalu disudutkan pada pilihan,” katanya. Untuk mengatasi itu, pada 1966 Toeti mulai menulis puisi.

Sebagai penyair, menurut Subagio Sastrowardojo, ”Toeti Heraty termasuk yang jarang terdapat di antara kita, berani berdiri di luar mainstream persajakan modern kita.” Toeti sendiri mengaku ”selalu merasa gelisah, dan enggan terhadap bentuk-bentuk kemapanan.” Ia juga segan menjadi pengagum atau pengikut tokoh tertentu. Karya puisinya dibukukan dalam Sajak- sajak 33, (Pustaka Jaya, 1971) dan Dunia Nyata. Toeti juga menyunting Seserpih Pinang, Sepucuk Sirih — antologi puisi penyair-penyair wanita Indonesia — (Pustaka Jaya, 1979). Bukunya yang lain: Mimpi dan Potensi (Balai Pustaka, 1984), Aku dalam Budaya (dari disertasi doktornya, Pustaka Jaya 1984), dan Bowbaden (karya bersama Marzuki, Jambatan, 1982).

Ia anak sulung dari enam bersaudara, Prof. Dr. Ir. Roosseno, sesepuh konstruksi beton Indonesia itu. Sudah sejak usia dini Toeti tenggelam dalam bacaan, mulai dari cerita anak-anak sampai buku sejarah. Karena terlalu banyak membaca, dan sering sambil tiduran, ayahnya tak jarang mendadak mengambil buku yang tengah ia baca, dan meletakkan buku itu di atas lemari. ”Kalau sudah begitu, biasanya saya lantas pura-pura tidur. Tetapi, begitu Ayah keluar, saya ambil lagi buku itu dan meneruskan membacanya,” tutur Toeti, tersenyum-senyum, mengenang kejadian masa kecil itu.

Toeti sempat mencapai sarjana muda kedokteran di UI, Jakarta. Bosan akan hal-hal ”yang bersifat jasmani”, ia lalu meneruskan kuliah psikologi. Ketika belajar di Amsterdam, ia bertemu dengan Eddy Noerhadi. Mereka menikah pada 1957. Sang suami sampai saat terakhir guru besar Departemen Biologi ITB. Toeti sendiri Ketua Dewan Kesenian Jakarta, dan dosen filsafat di UI, sejak 1974.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: