rb09susilo’s Blog


MEMBUAT SKENARIO


Acuan Untuk Membuat Skenario Sinetron

writer_wideweb__470x3110

assalaamu’alaikum wr. wb.

Di bawah in merupakan beberapa acuan untuk membuat skenario sinetron menjadi lebiah hidup. Tips-tips ini dirangkai berdasarkan observasi lapangan terhadap sekian banyak sinetron yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi swasta dan – faktanya – laku keras.

Siti Nurbaya. Plot yang paling laku dipakai adalah seputar pernikahan. Detil konflik boleh bermacam-macam, tapi harus ada minimal sepasang manusia (biasanya tokoh utamanya) yang menjalin cinta namun tidak disetujui oleh para orang tua. Sebagai tambahan, perlu diingat pula bahwa hal yang paling sering menyebabkan para orang tua tidak merestui hubungan anak-anaknya dengan seseorang (paling tidak di jagat sinetron) adalah beda status ekonomi. Dendam keluarga di masa lampau menyusul pada posisi kedua.

Fisik. Kegantengan / kecantikan tokoh utama harus selalu didahulukan daripada faktor-faktor lainnya. Akting tidak perlu terlampau dipusingkan, karena berdasarkan data statistik, orang-orang menonton sinetron hanya karena tidak punya hal lain yang lebih menarik untuk dilakukan. Alternatif pengisi waktu kosong yang terbaik adalah memandangi para aktor yang ganteng dan cantik. Karena itu, berikanlah apa yang para pemirsa inginkan!

Totalitas. Dalam membuat skenario tidak boleh tanggung-tanggung. Artinya, kalau mau menciptakan karakter orang kaya, sekalian saja ciptakan karakter selevel Paris Hilton ; anak orang kaya yang akan tetap kaya meskipun kerjanya cuma dugem. Kalau mau menciptakan karakter orang miskin, tidak cukup dengan rumah gubuk dan hutang yang tak mungkin lunas tujuh turunan, sekalian ciptakan pula pemeran pembantu yang akan menindas mereka sehabis-habisnya. Kalau kejam tidak boleh tanggung-tanggung, demikian juga orang baik tidak boleh tanggung-tanggung.

Simpati. Karena bangsa kita ini memiliki sejarah ratusan tahun sebagai budak beliannya bangsa lain, maka penonton akan segera simpati pada mereka yang tertindas. Dengan demikian, menciptakan tokoh utama yang tertindas adalah suatu langkah yang amat strategis. Untuk menciptakan ikatan simpati yang lebih kuat lagi antara penonton dan tokoh utama, maka biarkan ia mengalami musibah yang bertubi-tubi.

Air Mata. Anda perlu mempertimbangkan karakter-karakter yang mudah menangis untuk membangun simpati penonton secara lebih mendalam. Sebagai model, boleh mencontoh karakter yang diperankan oleh Naysilla Mirdad di sinetron “Intan” atau tokoh utama di sinetron “Candy”. Walaupun kerjanya hanya menangis, tapi hasilnya terbukti efektif untuk meningkatkan rating sinetron.

Plot-Plot Umum. Ada beberapa plot yang sangat umum digunakan, dan kenyataannya masih laku hingga detik ini. Misalnya, Anda bisa menciptakan tokoh utama yang lahir dari keluarga superkaya (bukan sekedar kaya) yang sejak bayi sudah dipisahkan dari keluarganya karena suatu sebab dan harus menjalani hidup yang berat sebagai orang miskin. Anda juga bisa menciptakan tokoh yang hamil di luar nikah dan kemudian ditelantarkan oleh pasangannya. Dan, tentu saja, seperti telah ditegaskan pada poin pertama, konflik ‘ala Siti Nurbaya’ nyaris selalu menjadi inti ceritanya.

Learn From The Best. Kalau Anda mengetahui film seri dari luar negeri (biasanya seputar Jepang, Taiwan atau Korea) yang Anda rasa bagus, jangan malu-malu untuk menirunya. Bagaimana pun, kita hanya bisa sukses dengan meniru cara orang lain yang sudah duluan sukses, bukan? Menulis skenario sinetron tidak mesti kaku seperti menyusun skripsi. Sekarang, copy-paste dari komik pun dianggap sah dan tidak memalukan.

Yadi dan Eeng. Walaupun tokoh utama bisa berbeda-beda karakternya, tapi di jaman sekarang ini selalu ada tempat untuk Yadi Timo dan Eeng Saptahadi. Ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk memakai salah satu atau keduanya dalam sinetron Anda nanti. Meskipun sebagai penulis skenario kemungkinan besar Anda tidak akan terlibat dalam proses casting, tapi Anda boleh yakin bahwa jika skenario Anda benar-benar diolah menjadi sinetron, maka 80% kemungkinan satu dari dua aktor ini akan bermain di dalamnya. Anda sudah tahu tipikal karakter yang mereka perankan, bukan?

Segar. Meskipun Anda berniat membuat sebuah kisah drama tragedi yang serius dan (dimaksudkan untuk) membuat para penonton berpikir keras, namun Anda harus pandai-pandai menyisipkan elemen-elemen konyol untuk menjaganya tetap segar. Biasanya selalu ada pemeran pembantu culun untuk memenuhi maksud ini.

Tikungan. Dalam logika sinetron, jika karakter bikinan Anda berlari-lari di tikungan jalan, maka 90% kemungkinan ia akan tertabrak mobil yang sedang melintas kencang. Nyaris 100% kemungkinan ia tak sadarkan diri, dan hampir semuanya mengalami satu dari dua masalah : (a) amnesia, atau (b) lumpuh.

Penyakit. Jika Anda ingin karakter Anda memiliki tempat yang spesial di hati pemirsa, maka penyakitnya pun harus spesial. Jangan susahkan diri Anda dengan penyakit-penyakit ‘level rendah’ macam batuk-pilek dan flu. Statistik menunjukkan bahwa nyaris semua sinetron ‘dibumbui’ dengan kanker otak, leukimia, dan kadang-kadang juga AIDS (khusus yang satu ini dianggap tidak cocok untuk menarik simpati pemirsa). Dan jangan lupa, dalam jagat sinetron, dokter umum mana pun bisa memastikan keberadaan penyakit semacam tumor atau kelainan jantung hanya dengan pemeriksaan sedikit saja. Anda tidak perlu pusing dengan laboratorium.

Aksesoris. Jika Anda merencanakan kisah seputar remaja, maka perlu mempersiapkan aksesoris yang wah. Untuk siswi sekolah harus diberikan ragam aksesoris yang berwarna-warni dan berukuran besar, misalnya anting-anting yang nampak mencolok dan kalung yang menjuntai kemana-mana. Untuk siswanya, Anda harus memberikan porsi yang cukup untuk gel rambut. Ya, bagi remaja lelaki versi sinetron, gaya rambut adalah hal yang sangat penting. Gaya rambut berdiri di tengah ala Beckham biasanya selalu ada, dan ada sekian banyak variasi lain yang bisa Anda pilih. Ingat pula bahwa dalam sinetron, para pelajar tidak pernah memasukkan baju seragam sekolahnya ke dalam celana atau roknya.

http://akmal.multiply.com/journal/item/576/Tips_Penulisan_Skenario_Sinetron


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: